Tampilkan postingan dengan label budidaya pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budidaya pertanian. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Januari 2022

Budidaya Alpukat Mentega

Posted by Studi on Januari 08, 2022 with No comments

Alpukat atau Persea americana adalah buah purba dan berasal dari Amerika Tengah dan Meksiko. Buah-buahan ini biasa disebut sebagai "Buah Mentega". Buah Alpukat termasuk tanaman buah yang sangat cocok untuk daerah tropis. Buah Alpukat ditemukan tahun 1877 di Indonesia yang dibawa Belanda dan untuk pertama kalinya ditanam di Kebun Raya Bogor.

Iklim yang Dibutuhkan untuk Budidaya Buah Alpukat

Tanaman alpukat tumbuh di daerah tropis dan semi tropis lembab. Tanaman ini tidak dapat mentolerir angin kering yang panas dan embun beku. Mereka berkembang paling baik di daerah tropis yang benar-benar hangat hingga daerah beriklim sedang.

Kebutuhan Tanah untuk Budidaya Buah Alpukat

Buah-buahan ini dapat tumbuh di berbagai jenis tanah kecuali di tanah yang berdrainase buruk karena tanaman ini sangat sensitif terhadap genangan air. Hindari tanah salin karena tanaman ini tidak dapat mentolerir kondisi salin. PH tanah yang optimal harus antara 5,0 dan 7,0 untuk pertumbuhan dan hasil yang lebih baik.

Media Tanam Tanaman Buah Alpukat

Media tanam yang cocok untuk tanaman alpukat yaitu tanah yang gembur, lembab dan tidak tergenang air, subur dan tidak mengandung terlalu banyak bahan organik. Tanah yang berada di sekitar pohon yang telah ditanam harus lebih tinggi dari pada tanah yang ada di sekitar pohon yang ditanam tersebut. Hal ini berguna untuk menghindari genangan air yang terjadi ketika musim hujan atau pada saat tanaman disiram secara rutin.

Pembibitan Alpukat

Sistem cangkok
  1. Pilih cabang pohon Alpukat yang subur, dan sudah tua. Cabang tersebut tidak boleh terlalu besar dengan diameter batang sekitar 3-5 cm, dan tidak memiliki cabang baru yang terlalu banyak. Kupas kulit cabang yang sudah dipilih tadi sekitar 10-15 cm. pengupasan dilakukan sekitar 5-10 cm dari cabang utama.
  2. Setelah dikupas, balut dengan tanah subur (campuran tanah, pupuk kandang dan sekam padi) dengan ketebalan 7-10 cm.
  3. Bungkus balutan tanah tersebut menggunakan sabut kelapa.
  4. Siram secara rutin pagi dan sore hari.
  5. Setelah cangkokan tumbuh mengeluarkan akar, maka potong pangkal cabang yang dicangkok tersebut (sekitar 2-3cm dari cangkokan).
  6. Semaikan dalam polybag atau Pot (jika ingin ditanam dalam pot), dan letak di tempat yang tidak terkena matahari langsung hingga bibit cangkokan benar-benar tumbuh. Siram secara rutin agar bibit cangkokan tersebut mampu beradaptasi dengan baik sebelum bibit ditanam di lahan permanen.
Pembibitan di air
  • Pilih buah Alpukat yang sudah tua, matang dan lembut. Potong melingkar daging buah alpukat dengan hati-hati agar tidak mengenai dan merusak biji buah alpukat tersebut. Cuci daging buah yang menempel pada biji sampai bersih
  • Terdapat ujung sisi yang berbeda pada biji alpukat. Ujung sisi yang kecil merupakan bagian atas tempat tumbuh batang dan daun. Sedangkan ujung sisi yang besar dan lebih luas merupakan bagian bawah dan tempat akar tumbuh.
  • Letakkan biji alpukat dalam wadah yang berisi air dengan memerhatikan posisi bagian atas dan bawah biji alpukat tersebut. Pastikan biji Alpukat hanya terendam setengah bagian saja.
  • Wadah diletakkan di tempat yang kena cahaya matahari secara langsung. Perhatikan bahwa air terus merendam bagian bawah biji alpukattersebut. Jika air berkura, maka tambahk air hingga biji tetap terendam hingga setengah bagian saja.
  • Umumnya, biji mulai terlihat retak sekitar 2-3 minggu. Akar terlihat mulai tumbuh sekitar 3-4 minggu.
  • Ketika akar mencapai 5-7 cm, dan batang juga mulai tumbuh, maka bibit siap untuk dipindahkan dan ditanam di tanah.
  • Lubang tanam untuk pohon Alpukat dibuat dengan ukuran (60x60)cm dan dalam (60-80)cm. Jika menanam bibit cangkok, maka lubang tanam dibuat relative lebar, dan jika menanam bibit dari biji maka lubang harus dibuat yang.
Pembibitan di polybag
Biji alpukat yang telah disiapkan segera ditanam pada polybag ukuran 15 x 21 cm. Media yang digunakan harus subur dan gembur, yaitu campuran tanah + pupuk kandang + pasir/sekam (2:1:1). Penanaman biji dalam polybag dilakukan sebagai berikut, yaitu bagian pangkal biji yang agak rata diletakkan di sebelah bawah dan bagian ujung biji yang runcing dan telah dipotong 1/3 bagian ujungnya menghadap ke atas. Selanjutnya, biji ini ditempatkan di bawah naungan. Kurang lebih 3 minggu setelah tanam, biji-biji ini akan mulai berkecambah dan membentuk anak semai.

Menanam Bibit Pohon Alpukat

Jika menanam dalam jumlah banyak, ukuran lubang tanam dibuat dengan jarak (6x6)m. Isi lubang dengan pupuk kandang hingga 2/3, dan biarkan lubang selama 3-4 minggu agar pupuk kandang terlebih dahulu meresap ke tanah.

Pindahkan bibit yang sudah disiapkan sebelumnya lubang tanam yang telah disiapkan. Buka plastik polybag secara perlahan, dan usahakan agar tanah pada polybag tidak hancur. Masukkan dan tanam bibit pada lubang tanam. Setelah bibit ditanam, maka siram dengan rutin.

Tumpangsari dalam Budidaya Buah Alpukat

Karena tumpangsari memberikan penghasilan tambahan, petani dapat memilih untuk menanam sayuran atau tanaman palawija apa pun di sela-sela. Tanaman ini dapat memperbaiki nitrogen dan menekan gulma dan meningkatkan kesuburan tanah. Satu-satunya tindakan pencegahan yang harus dilakukan adalah menanam tanaman agak jauh dari tanaman alpukat.

Pemupukan

Pada dasarnya pemupukan tanaman alpukat hampir sama dengan tanaman buah-buahan lainnya. Pada masa pertumbuhan vegetatif (saat tanaman belum menghasilkan buah), tanaman alpukat lebih membutuhkan unsur hara Nitrogen, sedangkan pada masa generatif atau pembuahan, unsur hara Phospor dan Kalium lebih banyak dibutuhkan daripada unsur Nitrogen. Dalam fase bibit, pemberian pupuk NPK (Nitrofoska) dosis 30 g/tanaman memberikan hasil yang baik terhadap pertumbuhan bibit alpukat hasil sambung pucuk.

Pupuk yang dapat digunakan adalah pupuk organik dan an-organik. Jika kondisi lahan penanaman cukup subur, pemberian pupuk organik (pupuk kandang atau kompos) sudah cukup untuk pertumbuhan tanaman. Pemberian pupuk organik ini untuk memperbaiki struktur tanah dan menjaga kesuburan tanah. Pemberian pupuk kandang atau kompos dilakukan 1 kali setahun sebanyak 30 kg/tanaman.

Selain pupuk organik diperlukan pula pupuk an-organik, misalnya NPK, Urea, TSP, KCl, ZA dan lain-lain. Pemupukan NPK (15-15-15) untuk pertama kali diberikan 6 bulan setelah tanam. Dosis pupuk yang diberikan sebanyak 150 g/tanaman dan selanjutnya pemupukan dilakukan setiap 6 bulan sekali dan dosisnya ditambah 50 g dari dosis sebelumnya. Untuk tanaman berumur muda (1-4 tahun) diberikan Urea sebanyak 0,30-1,1 kg/tanaman, TSP 0,5-1 kg/tanaman dan KCl 0,2-0,8 kg/tanaman. Untuk tanaman umur produksi 5 tahun ke atas diberikan pupuk kandang (organik) 30 kg/tanaman, selanjutnya Urea 2,5-3,5 kg/tanaman, TSP 3,5 kg/tanaman dan KCl 4 kg/tanaman. Pupuk diberikan 2 kali dalam setahun.

Pengairan

Fase bibit merupakan fase yang rentan bagi suatu tanaman. Oleh karenanya, semua kebutuhan hidup, termasuk kebutuhan air harus dipenuhi. Penyiraman terutama dilakukan pada tanaman muda, karena sistem perakarannya belum cukup mampu menyerap air yang lebih dalam. Penyiraman perlu dilakukan dalam jumlah cukup dan teratur tetapi tidak berlebihan (jangan sampai tergenang), karena dapat mengakibatkan kematian tanaman, terutama tanaman muda. Penyiraman dapat dilakukan dengan menggunakan selang air, gembor atau pipa- pipa air yang telah tersedia. Penyiraman sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari.

Pada pengusahaan alpukat secara komersial atau dalam bentuk perkebunan, pengairan yang berasal dari curah hujan tidak mencukupi, perlu dipertimbangkan alternatif pengairan secara khusus misalnya dengan drip irigation (irigasi tetes) atau pengairan dengan sprinklers.

Pemangkasan

Pemangkasan hanya dilakukan pada cabang-cabang yang tumbuh terlalu rapat atau ranting-ranting yang mati atau cabang lain yang tidak dikendaki. Pemangkasan bentuk dilakukan pada tanaman alpukat yang telah berumur 1 tahun di lapangan. Pemangkasan dilakukan secara hati-hati agar luka bekas pemangkasan terhindar dari infeksi penyakit dan luka bekas pemangkasan sebaiknya diberi fungisida/penutup luka. Pemangkasan yang dapat dilakukan hanyalah terbatas untuk membentuk pohon selama beberapa tahun pertama saja serta pada perlakuan pembuangan cabang-cabang pada posisi lebih rendah yang dipandang mengganggu pertumbuhan batang atau cabang utama. Pertahankan tinggi tanaman alpukat 4-5 meter dari permukaan tanah dan letak cabang terendah dengan jarak 1-1,5 m dari permukaan tanah.

Panen

Kriteria buah yang sudah tua dapat ditentukan secara fisual, antara lain warna kulit tua tetapi belum menjadi coklat/merah dan tidak mengkilap, bila buah diketuk dengan punggung kuku menimbulkan bunyi yang nyaring, dan bila buah digoyang-goyang akan terdengar goncangan biji. Pada umumnya buah dapat dipetik setelah berumur 6-7 bulan dari saat bunga mekar dan tergantung varietasnya. Buah dipanen pada tingkat ketuaan 80-85%. Pemanenan buah harus dilakukan secara baik dan benar serta hati-hati karena sangat mempengaruhi mutu buah. Pemanenan dapat dilakukan dengan tangan dan bila kondisi pohon tidak memungkinkan, dapat menggunakan tangga atau galah yang diberi keranjang/kantongan yang terbuat dari bahan yang lunak dengan jaring dari plastik, sehingga buah yang dipanen tidak sampai rusak/lecet. Saat dipanen, buah harus dipetik/dipotong bersama sedikit tangkai buahnya (3-5 cm) untuk mencegah memar atau luka pada bagian dekat tangkai buah.

Produksi buah alpukat pada pohon-pohon yang tumbuh dan berbuah baik dapat mencapai 70-80 kg/pohon/tahun. Produksi rata-rata yang dapat diharapkan dari setiap pohon berkisar 50 kg.

Pasca Panen

Agar kehilangan hasil dapat diperkecil sebaiknya setelah buah terkumpul, selanjutnya di bawa ke packing house operation (operasi rumah pengemasan). Kegiatannya meliputi pencucian, sortasi, grading dan penyimpanan.



Selasa, 08 Juni 2021

Budidaya Pepaya California

Posted by Studi on Juni 08, 2021 with No comments
Tanaman Pepaya yang memiliki nama latin (Carica Papaya L) merupakan tanaman yang berasal dari Meksico bagian selatan dan Nikaragua. Kemudian tanaman papaya meluas dan dibudidayakan di Negara-negara tropis termasuklah Indonesia. Tanaman ini memang gampang tumbuh, dengan media tanah berhumus campur pasir, cukup sinar matahari dan drainase baik, tanaman pepaya dapat tumbuh subur.

Tanaman pepaya varietas California merupakan salah satu jenis papaya yang banyak dikebunkan para petani pada saat ini karena sangat menjanjikan keuntungan. Pepaya California ini memiliki sifat dan keunggulan tersendiri yaitu buahnya tidak terlalu besar dengan bobot 0,8 – 1,5 kg/buah, berkulit hijau tebal dan mulus, berbentuk lonjong, buah matang berwarna kuning, rasanya manis, daging buah kenyal dan tebal.

Varietas papaya California ini termasuk jenis unggul dan berumur genjah, pohon/batangnya antique kerdil/lebih pendek dibanding jenis papaya lain, tinggi tanaman sekitar 1,5 – 2 meter dan sudah bisa dipanen setelah berumur 8 – 9 bulan. Pohonnya dapat berbuah hingga umur mencapai empat tahun. Dalam satu bulan bisa dipanen sampai empat kali. Sekali panen setiap pohon papaya California dapat menghasilkan 2 hingga 3 buah dengan sekali panen setiap minggu bisa mencapai berkisar 1,9 hingga 3,6 ton per hektar.

Syarat Tumbuh Pepaya California

Pepaya California dapat tumbuh pada dataran rendah dan tinggi 300 - 1000 meter dpl, curah hujan 1000 - 2000 mm/ tahun, suhu udara optimum 22 - 26 ยบ C dan kelembaban udara sekitar 40% dan angin yang tidak terlalu kencang sangat baik untuk penyerbukan. Tanah subur, gembur, mengandung humus dan harus banyak menahan air, pH tanah yang ideal adalah netral dengan pH 6 -7.

Teknik Budidaya Pepaya California

1. Persiapan Benih & Cara Penyemaian Bibit Pepaya California
Biji-biji yang dipakai benih tanaman papaya berasal dari buah yang sudah masak dan yang berasal dari tanaman yang baik. Buah pilihan tersebut di belah dua untuk diambil biji-bijinya. Biji yang dikeluarkan kemudian dicuci bersih hingga kulit yang menyelubungi biji terbuang lalu dikering-anginkan ditempat yang teduh. Biji yang bernas diambil untuk dijadikan benih dan yang kurang bernas di buang.
Benih dapat juga didapatkan di toko-toko pertanian. Saat ini sudah banyak beredar berbagai merk benih pepaya california. Benih disemai terlebih dahulu menggunakan polybag yang berdiameter minimal 10 cm. Media semai yang digunakan berupa campuran tanah, arang sekam, kompos/pupuk kandang dengan perbandingan 3 : 2 : 1. Aduk semua bahan hingga tercampur rata, kemudian letakkan ditempat terbuka yang terlindung dari hujan dan sinar matahari langsung. Setelah 7 atau 10 hari masukkan media semai kedalam polybag dan benih pepaya california siap untuk disemaikan. Bibit sudah bisa ditanam setelah berusia 1 atau 1,5 bulan.

2. Persiapan Lahan Budidaya Pepaya California
Lahan dibersihkan terlebih dahulu dari gulma, akar-akar kayu dan sisa-sisa tanaman sebelumnya. Kemudian lahan dibajak atau dicangkul. Taburkan kapur dolomit jika pH tanah dibawah 6,0. Atur drainase dengan membuat bedengan-bedengan atau parit. Bedengan dibuat dengan lebar 1.5 – 2 meter, tinggi dan panjang disesuaikan dengan kondisi lahan. Jarak antar bedengan antara 80 cm – 100 cm. Parit dan bedengan dibuat dengan tujuan untuk memudahkan penyiraman saat musim kemarau dan agar lahan tidak tergenang air saat musim hujan.

3. Cara Penanaman Bibit Pepaya California
Sebelum bibit ditanam, buatlah lubang tanam terlebih dahulu di atas bedengan. Lubang tanam dibuat dengan ukuran 30 cm x 30 cm x 30 cm (disesuaikan dengan ukuran polybag). Jarak antar lubang tanam dalam bedengan antara 2,5 meter – 3 meter, kemudian taburkan kapur dolomit pada lubang tanam tersebut jika pH dibawah 6,0. Biarkan selama kurang lebih 2 minggu sebelum bibit ditanam. Kemudian siapkan campuran tanah dan pupuk kandang dengan komposisi 1:1, letakkan pada tempat yang terlindung dari hujan selama 2 – 3 minggu. Tanah ini berguna untuk menimbun bibit yang ditanam dan berfungsi sebagai pupuk dasar.

Setelah pembuatan lubang dan semua persiapan diatas selesai, kini saatnya untuk menanam bibit pepaya california ke lahan. Gunakan bibit yang sehat dan bebas dari penyakit. Polybag di buka dengan hati-hati agar media semai tidak pecah, kemudian bibit ditanam kedalam lubang tanam. satu bibit satu lubang. Urug lubang tanam dengan campuran tanah dan pupuk kandang yang sudah disiapkan. Tekan-tekan sedikit agar padat supaya bibit tidah mudah roboh dan tidak layu. Penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari. Setelah selesai menanam siram dengan air secukupnya (jika tanah dalam keadaan kering). Setelah selesai proses penanaman, cek tanaman secara rutin. Segera lakukan penyulaman jika terdapat tanaman yang mati atau diganggu hama. Penyulaman bisa dilakukan hingga usia 3 minggu atau 1 bulan setelah tanam.

4. Cara Pemupukan Susulan Pepaya California dan Jenis Pupuk yang di Gunakan
Untuk hasil produksi yang optimal dan unggul, sebaiknya gunakan pupuk organik agar buah pepaya jauh lebih sehat untuk dikonsumsi. Selanjutnya penambahan pupuk organik dilakukan setiap 4 bulan sekali. Pemupukan dengan menggunakan pupuk non-organik memakai pupuk jenis NPK dilakukan pada dengan hitungan 200 gram pupuk per pohonnya satu bulan setelah tanam. 300 gram saat tanaman memasuki usia 3 bulan, 500 gram usia 6, 9 sampai 12 bulan per pohon. Setelah pohon berbuah, tambahkan pupuk KCI agar daya tahannya lebih kuat dan buahnya lebih manis. Pupuk ditaburkan secara merata disekeliling tanaman dengan jarak 50 cm dari pangkal batang.

5. Pemeliharaan Tanaman Pepaya California
Pemeliharaan tanaman pepaya california meliputi ; penyiangan, penyiraman dan pembumbunan. Penyiangan sebaiknya dilakukan secara manual dengan cara mencabuti rumput atau membabat. Penggunaan herbisida sebaiknya dihindari, karena dapat mengganggu dan merusak akar tanaman pepaya california. Pemeliharaan selanjutnya adalah penyiraman, penyiraman dilakukan saat musim kemarau atau jika tanah dalam kondisi kering. Penyiraman bisa dilakukan dengan sistem leb (penggenangan) atau menggunakan sprinkler.

Selanjutnya dilakukan pembumbunan, yaitu mengurug sekeliling tanaman dengan tanah. Pembumbunan dilakukan dengan tujuan menutup akar yang ada dipermukaan tanah sekaligus untuk merangsang pertumbuhan akar baru. Pembumbunan juga bermanfaat memperkuat batang tanaman pepaya california agar tidak mudah roboh. Pembumbunan dilakukan setelah penyiangan dan dilakukan bersamaan dengan pemupukan susulan.

6. Panen Pepaya California
Ketika usia tanaman pepaya california 8 atau 9 bulan, biasanya buah sudah mulai ada yang matang. Pada saat itu panen pertama sudah bisa dilakukan. Buah siap panen sebaiknya adalah buah yang tingkat kematangannya tidak lebih dari 25%, hal ini dimaksudkan untuk menghindari kerusakan saat pengangkutan. Sejak panen pertama, buah pepaya california bisa dipanen empat kali dalam satu bulan atau setiap satu minggu sekali. Jika kondisi tanaman dalam keadaan baik dan sehat, pepaya california mampu berproduksi hingga 4 sampai 5 tahun.

7. Pasca panen
Nuah papaya California yang telah dipanen diletakan di dalam keranjang kemudian di bawa ke tempat penyortiran. Buah yang cacat dan terdapat tanda bercak jamur diletakkan pada tempat terpisah, buah yang baik dilakukan pengkelasan/pengelompokkan sesuai ukuran, bentuk, tingkat kemasakan buah dan keseragaman warna. Setelah di sortir kemudian buah dikemas dalam peti kayu/keranjang yang dilapisi kertas dengan berat masing-masing 25 – 30 Kg berisikan 12 sampai dengan 20 buah. Angkut kemasan dengan hati-hati agar tidak terjadi gesekan yang dapat menimbulkan perlukaan pada buah. Apabila buah papaya yang telah dikemas di dalam peti kayu/keranjang belum diangkut ke pasar sebaiknya disimpan pada ruang penyimpanan yang mempunyai sirkulasi udara yang baik dengan suhu tetap kering. Susun peti kayu/keranjang secara baik (tidak tumpang tindih) bila menumpuk sebaiknya tidak lebih dari 3 – 4 tumpukan.

Hama Tanaman dan Penyakit Pepaya California
Hama yang sering menyerang Tanaman Pepaya California adalah Kutu Daun (Myzuz persicae) dan Tungau Merah (Tetranychus sp)

Penyakit yang sering menyerang Tanaman Pepaya California adalah Penyakit Antraknose (Cacar Buah), Penyakit Phytopthora parasitiaca, Penyakit Bacterium papaya, dan Penyakit Mosaik Papaya, serta Penyakit Bercak Cincin.

Selasa, 20 April 2021

Budi Daya Kangkung

Posted by Studi on April 20, 2021 with No comments
Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2019, dengan melakukan survei di 514 kabupaten kota di 34 provinsi di Indonesia ditemukan fakta kangkung adalah komoditas sayuran yang paling banyak dikonsumsi pada level nasional, yaitu sebesar 10,46 gram per kapita sehari.

Umumnya terdapat dua jenis kangkung yang dijual di pasar, yakni kangkung yang dipotong bagian akarnya dan juga kangkung yang masih terikat beserta akarnya. Kangkung yang telah dipotong akarnya adalah jenis kangkung air, sedangkan kangkung yang masih terikut akarnya adalah jenis kangkung darat. Kedua jenis kangkung ini sama sama mudah untuk dibudidayakan.

A. Budidaya Kangkung Darat


Budi daya kangkung darat dapat dilakukan baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Untuk bisa tumbuh dan berkembang dengan baik, budi daya kangkung darat harus mendapatkan curah hujan dan sinar matahari yang cukup. Kangkung darat bisa diperbanyak dengan biji dan stek. Namun khusus untuk kangkung darat, para petani biasa melakukannya dengan biji.

Pemilihan benih

Benih kangkung darat yang baik adalah benih yang daya tumbuhnya lebih dari 95 persen dan tumbuhnya tegak setidaknya hingga umur 8 minggu. Usahakan tidak menggunakan benih yang telah disimpan lebih dari satu tahun, karena produktivitasnya akan menurun.

Alternatif benih yang bisa digunakan adalah varietas Sutera dan Bangkok yang sudah sangat baik di tingkat masyarakat atau varietas lokal yang memiliki daya penyesuaian lebih baik dibandingkan dengan varietas lain.

Persiapan lahan

Diawali dengan menggemburkan dan membersihkan lahan dari gulma. Kemudian dibuat bedengan dengan lebar 1 meter dan panjang menyesuaikan dengan petak lahan. Tinggi bedengan 25-30 cm dengan jarak antar bedengan 50-60 cm, fungsinya sebagai saluran drainase dan jalan untuk pemeliharaan dan pemanenan.

Lahan selanjutnya diberi pupuk kandang dari kotoran sapi, kambing ataupun ayam. Pupuk dari kotoran ayam baik digunakan karena dapat terurai lebih cepat sehingga cocok dengan tanaman kangkung yang memiliki siklus panen cepat. Pupuk ditebarkan di atas bedengan, kira-kira 10 ton per ha. Selanjutnya didiamkan selama 2-3 hari.

Penanaman

Penanaman kangkung darat dapat dilakukan dengan cara ditugal ataupun ditebar langsung. Sementara untuk cara penyemaian terlebih dahulu dirasa tidak terlalu ekonomis untuk dilakukan dalam budidaya kangkung darat.

Jika menggunakan cara tugal, maka jarak antara lubang tugal adalah 10 x 5 cm, setiap lubang diisi 2-3 biji benih. Penugalan tidak perlu terlalu dalam, karena budidaya kangkung darat tidak memerlukan perakaran yang terlalu kuat. Sementara itu, jika menggunakan cara tebar maka benih cukup ditebarkan langsung di atas bedengan tanah. Cara ini memerlukan pekerja yang terampil agar hasil tebar merata.

Pemeliharaan

Bagian pemeliharaan yang paling penting untuk dilakukan adalah pengairan. Kangkung darat ini sangat membutuhkan air, terutama jika ditanam saat musim kemarau. Sementara itu, kangkung darat sebenarnya tidak membutuhkan pemupukan tambahan, terlebih jika lahan tanam yang digunakan adalah bekas dari tanaman kacang-kacangan.

Pemupukan susulan hanya perlu dilakukan jika daun tanaman kangkung berwarna hijau pucat atau pudar. Kotoran ayam yang kaya akan nitrogen adalah pupuk terbaik untuk memupuk kangkung darat karena tanaman kangkung sangat responsif terhadap nitrogen.

Cara pemeliharaan lainnya adalah dengan mengendalikan OPT seperti gulma, hama dan juga penyakit. Pengendalian gulma cukup dilakukan dengan penyiangan. Sementara untuk mengendalikan hama dan penyakit, sangat disarankan untuk tidak menggunakan pestisida kimia. Pengendalian cukup dilakukan dengan cara mekanis seperti membuat perangkap ataupun menggunakan pestisida organik.

Pemanenan

Kangkung darat dapat dipanen saat umur 30-45 hari sejak masa tanam benih. Cara memanennya adalah dengan mencabut kangkung bersamaan dengan akarnya. Setelah itu akar kangkung dapat dicuci hingga bersih sebelum dipasarkan.

Kumpulkan hasil panen tersebut di tempat yang lembap agar tidak layu. Selain itu, kamu juga bisa merendam akarnya agar hasil panen bertahan lebih lama.

B. Budidaya kankung Air

Kangkung air biasanya memiliki batang berwarna hijau dan ukurannya lebih besar dari pada kangkung darat.

kangkung air biasanya ditanam di lahan sawah atau rawa.
Berikut ini ialah beberapa syarat tumbuh kangkung air yaitu:
  • Kangkung air bisa tumbuh di berbagai cuaca, baik musim panas maupun musim hujan. Namun demikian pasokan air pada tanaman kangkung harus tetap tercukupi. Kabarnya ialah bagi kalian yang hidup di dataran tinggi maupun dataran rendah sama-sama dapat menanam kangkung air ini.
  • Kangkung membutuhkan banyak sinar matahari, jika lahan terlindungi dari sinar maka kangkung akan tumbuh kurus walaupun tinggi.
  • Kangkung memerlukan lahan yang subur dan kaya akan zat organik, untuk itu penyiapan lahan dengan pembajakan dan pemupukan sangat diperlukan.
  • Kangkung membutuhkan tanah yang datar yang dapat menahan air lebih lama karena kangkung membutuhkan pasokan air yang selalu cukup.
  • Kangkung akan tumbuh maksimal jika bebas dari rumput liar dan tanaman pengganggu seperti ulat.
Penyiapan Lahan 

Menyiapkan lahan untuk menanam kangkung tidaklah sulit, ada tiga hal yang perlu kalian cermati yaitu:
  1. Sekitar tiga minggu sebelum lahan ditanami, kalian sebaiknya membajak lahan atau mencangkul lahan agar subur dan siap ditanami.
  2. Sekitar dua minggu sebelum ditanami, kalian dapat mencampurkan pupuk kandang ke dalam lahan dengan takaran sekitar 10 ton per hektar. Setelah itu genangi air hingga kurang lebih lima cm untuk menghindari lahan dari kekeringan.
  3. Buatlah petak tanah “bedengan” dengan ukuran yang kalian perlukan misalnya 2 x 1 meter dengan kedalaman 30 cm.
Proses Pembibitan

Dalam melakukan pembibitan, bibit kangkung air adalah dengan stek batang, berbeda dengan kangkung darat yang pembibitannya dengan biji. Kalian dapat memilih bibit kangkung di toko yang menjual bibit tanam yang lengkap. Dan tips, pilihlah jenis bibit kangkung air yang berkualitas dengan tinggi sekitar 20-30 cm.

Proses Penanaman

Melakukan penanaman saat sore hari agar malam harinya bibit kangkung dapat mulai bertumbuh. Dalam menanam kangkung air, ada beberapa hal cara menanam yang perlu diperhatikan yaitu:
  • Stek muda kangkung air ditanam dalam setiap petak tanah dengan jarak 1,5 x 1,5 cm.
  • Pastikan bahwa tanah berada dalam kondisi prima “basah dan bernutrisi”, pastikan pula bahwa tanah tersebut telah kalian beri pupuk beberapa minggu sebelumnya.
Penyiraman Dan Pemupukan

Saat kalian telah berhasil menanam kangkung air maka kini waktunya bagi kalian untuk melakukan pemeliharaan berupa penyiraman dan pemupukan. Saat kondisi cuaca kering, kalian dapat melakukan penyiraman pada tanaman kangkung sebanyak 2x sehari yakni pagi hari dan sore hari.

Untuk memupuk kalian dapat menambahkan pupuk urea kira-kira dua minggu setelah penanaman kangkung air. Selain pemupukan dan penyiraman kalian pun perlu menyelamatkan tanaman kalian dari berbagai hama dan hewan pengganggu.

Pemanenan

Pemanenan dapat dilakukan 1,5 minggu setelah kangkung air ditanam. Jika batang telah menjadi besar dan daun berukuran panjang, maka kangkung air dipanen, saat memanen, sisakan 2 cm batang agar dapat bertunas kembali.

Catatan

Umumnya, harga kangkung di pasaran relatif murah jika dibanding dengan jenis sayuran lain. Untuk meningkatkan nilai tambah, kita bisa melakukan budidaya kangkung darat secara organik. Harga kangkung darat organik relatif lebih tinggi.

Jumat, 16 April 2021

Budidaya Pisang Cevendish

Posted by Studi on April 16, 2021 with No comments

Dari survei BPS tentang pengeluaran untuk komoditas buah-buahan yang dikonsumsi (susenas 2019) maka pisang adalah nomor dua setelah jeruk. Pengeluaran untuk belanja pisang Rp. 4.416 perkapita selama sebulan dan pisang yang paling banyak diperdagangkan secara lokal dan global adalah pisang cevendish.

Pisang Cavendish merupakan komoditas buah tropis yang sangat populer di dunia, di Indonesia, pisang ini lebih dikenal dengan sebutan Pisang Ambon Putih. Pisang Cavendish banyak dikembang biakan menggunakan metode kultur jaringan. Keunggulan bibit pisang hasil kultur jaringan dibandingkan dengan bibit dari anakan adalah bibit kultur jaringan terbebas dari penyakit seperti layu moko akibat Pseudomonas solanacearum dan layu panama akibat Fusarium oxysporum cubense.

Pohon Pisang Cavendish mempunyai tinggi batang 2,5 - 3 m dengan warna hijau kehitaman. Daunnya berwarna hijau tua. Panjang Tandan 60 - 100 cm dengan berat 15 - 30 kg. Setiap tandan terdiri dari 8 - 13 sisiran dan setiap sisiran ada 12 - 22 buah. Daging buah dari pisang ini putih kekuningan, rasanya manis agak asam, dan lunak. Kulit buah agak tebal berwarna hijau kekuningan sampai kuning muda halus

Suhu merupakan faktor utama untuk pertumbuhan tanaman Pisang Cavendish. Suhu optimum untuk pertumbuhannya adalah sekitar 27° C, dan suhu maksimumnya 38° C. Tanaman ini tumbuh di daerah tropis dan subtropis, pisang ini tidak dapat tumbuh di dataran tinggi, ketinggian di atas 1600 m dpl. Kebanyakan pisang tumbuh baik di lahan terbuka, tetapi kelebihan penyinaran akan menyebabkan terbakar-matahati (sunburn). Tanaman ini juga sangat sensitif terhadap angin kencang karena dapat menyebabkan daunnya rusak dan robek, distorsi tajuk dan merobohkan pohonnya. Untuk pertumbuhan yang optimal, curah hujan yang diperlukan sekitar 200-220 mm, dan kelembapan tanahnya tidak kurang dari 60-70% dari kapasitas lapangan. Tanah yang paling baik untuk pertumbuhan Pisang Cavendish adalah tanah liat yang dalam dan gembur serta yang memiliki pengeringan dan aerasi yang baik. Tanaman ini toleran terhadap pH 4,5-7,5.

Selain didapat dari kultur jaringan, secara tradisional diambil secara cara vegetatif yakni mengambil bagian pada induk dalam hal ini tunas anakan.

Syarat pembibitan :

Calon anakannya tingginya minimal 1 meter sampai 1,5 meter dan lebarnya 15 cm sampai 20 cm.
Ambilah calon anakan dari induk yang buahnya sehat dan bagus
Berikan perawatan dengan membuat sanitasi yang baiik untuk bibit sebelum ditanam dengan diberi insektisida dosisnya 0,5 sampai 1 %, kurang lebih selama 10 hingga 15 menit, lalu dikeringkan selam 1 sampai 2 jam supaya luka di calon bibit dari hasil pemotongan menjadi kering. Ini berguna supaya terhindar dari penyebaran hama dan juga penyakit yang menyerang calon bibit pisang.

Pengolahan Tanah Pisang Cavendish :

  • Membuat teras atau petakan dan saluran buangan air. Pembuatan teras sangat diperlukan agar permukaan tanah miring. Lebar dari teras bisa disesuaikan dengan kemiringan tanah di area penanaman. Tujuan dari pembuatan saluran air adalah untuk area tanam yang memiliki kemiringan yang kecil dan tanahnya datar, Ini berguna untuk menghindari adanya genangan air yang berlebihan di area tanam pisang.
  • Pengolahan tanah bisa memakai alat manual seperti cangkul atau mesin bajak. Teruntuk tanah dengan keasamannya yang tinggi pH < 5,0 diberikan kapur yang dosisnya 300 kg/ha dengan merata.
  • Pisang cavendish bisa ditanam di tanah yang kering atau tegalan dan tanah persawahan atau lahan sawah. Waktu yang bagus untuk mengolah tanah ditanah yang kering adalah pada waktu akhir musim kemarau, sedangkan untuk lahan persawahan baiknya di awal musim kemarau.

Persiapan Tanam :

Waktu untuk menanam pisang ini dikerjakan ketika akan musim hujan yaitu antara bulan september dan oktober.
Membuat lubang untuk menanam dengan ukuran 50 x 50 x 50 cm, jarak tanamnya antara 2 meter x 2 meter hingga 3 meter x 3 meter. Pembuatan lubang ini dikerjakan dengan manual memakai cangkul. Perhatikan juga kondisi cuaca, ketika curah hujan tinggi bisa menjadi halngan dalam membaut lubang tanam.

Lakukan penanaman pada sore hari agar bibit tidak strees terhadap lingkungan baru. Masukkan bibit ke dalam lubang yang sudah dibuat sebelumnya, tutup secara perlahan, dan lakukan penyiraman.

Tanaman pisang cavendish perlu pemeliharaan yang maksimal untuk memperoleh buah yang berkualitas, tidak rusak, terhindari dari penyakit dan hama. oleh karena itu, pemeliharaan penting untuk diperhatikan karena menjadi tolak ukur keberhasilan budidaya pisang ini.

Pemeliharaannya meliputi:

  • Pemberian agensia hayati untuk mencegah penyakit layu yang umumnya menyerang tanaman pisang seperti layu Fusarium yang disebabkan oleh cendawan Fusarium. Agensia hayati yang dapat digunakan adalah Trichoderma sp. dan Gliocladium sp.
  • Perampalan dan Penjarangan
    Penjarangan berguna untuk mengukur jumlah anakan untuk 1 rumpun yang terdiri 3 sampai 4 batang, meminimalisir tingkat persaingan unsur hara pada satu rumpun. Perempalan berguna untuk menjaga saluran air dan kebersihan kebun dengan memotong daun atau pelepah yang sudah kering.
  • Penyiraman dan Pengairan
    Pengairan berguna mempertahankan ketersediaan air di area penanaman, sebab pisang bisa memproduksi dengan maksimal dengan memperbaiki sanitasi atau saluran pembuangan air. Penyiraman dikerjakan dengan mengisi arau memberikan saluran air yang beda di antara barisan tanaman pisang. Penyiraman dikerjakan memakai mesin pompa air tergantung dari ketersediaan air.
  • Pembumbunan dan Penyiangan
    Penyiangan berguna untuk menghilangkan gulma atau rumput liar yang biasa tumbuh di area tanam yang berpotensi menjadi pesaing untuk tanaman pisang dalam memperoleh unur hara. Penyiangan bisa dikerjakan dengan manual memakai cangkul atau parang, bisa juga memakai mesin pemotong rumput dan memakai zat kimia seperti pestisida/ herbisida.
    Penyiangan dikerjakan dengan melihat adanya gulma, jika sudah mengancam tanaman utama, bisa langsung melakukan penyiangan. Sedangakan pembumbunan berguna untuk menggemburkan tanah. Pembumbunan dikerjakan bersama dengan mengerjakan penyiangan.

  • Pemberian Mulsa dan Pemupukkan.
    Pemberian mulsa berfungsi agar penguapan air tanah berkurang dan mencegah pertumbuhan gula dengan mengambil daun-daun kering di sekitaran rumpun. Untuk pemupukan berguna menjaga adanya unusr hara pada tanah baik makro atau mikro dengan memakai bahan organik atau anorganik.
    Rekomendasi pemupukan yang diberikan oleh BP2TP yaitu: pemberian pupuk organik (pupuk kandang) sebanyak 10 kg/lubang sebelum penanaman dan dibiarkan selama 1-2 minggu. Kemudian untuk pupuk organik yang dapat diberikan adalah 0,233 kg Urea, 0,10 kg SP-36, dan 0,10 kg KCl per tanaman. Untuk tanaman yang baru ditanam diberi 3 kali yaitu ¼ saat tanam dan sisanya dibagi dua umur 3 bulan dan umur 6 bulan. Sedangkan untuk tanaman umur 1 tahun atau lebih, pupuk diberikan 2 kali pada awal musim hujan dan akhir musim hujan.
  • Perawatan Buah
    Sesudah sisir pisang terlihat mengembang dengan sempurna, yang perlu dilakukan ialah membungkus tandan pisang memakai kantong pelastik yang transparan. Pilih kantong plastik yang transparan berbahan polietilen ukuran 14 smapai 45 cm, tebalnya 0,5 sampai 1 mm, buat lubang dengan diameter 1,25 cm. Hal ini dilakukan untuk terhindar dari serangan hama seperti tupai dan kelelawar.

Umur Panen Pisang

Buah pisang yang dipanen disesuaikan dengan tujuan apakah akan dikonsumsi langsung atau dikirim dulu ke suatu tempat hingga diekspor. Apabila tujuannya dikonsumsi langsung maka panen dapat dilakukan setelah buah tua atau sudah ada yang masak di pohon. Sedangkan untuk keperluan pengiriman hingga ekspor, maka pisang dipanen tidak terlalu tua (derajat ketuaan 75-85%) tetapi sudah masak fisiologis (kadar patinya sudah maksimum).

Biasanya pada umur 1 tahun pisang telah berbuah. Untuk menentukan panen pisang cavendish ditentikan dari bentuk buah dan umur buahnya. Ciri khasnya ketika panen ialah keringnya daun bendera. Buah yang sudah waktunya untuk dipanen antara 80 sampai 100 hari.

Cara Panen Pisang

Buah pisang dipanen dengan tandannya, panjang tandan sekitar 30 cm dari pangkal sisir teratas dengan memakai pisau tajam. Panen dikerjakan 3 sampai 10 hari sekali bagaimana pengaturan dari jumlah tanamannya.

Senin, 05 April 2021

Budidaya Manggis

Posted by Studi on April 05, 2021 with No comments

Manggis (garcinia mangostana L.) merupakan salah satu buah tropik yang banyak dikenal dan digemari oleh masyarakat Indonesia dan Internasional. Tidak mengherankan kalau buah manggis mendapat julukan sebagai ratu buah tropis / Queen of Fruit karena keistimewaan dan kelezatan serta tekstur daging buah yang dimiliki. Julukan lain untuk manggis ini adalah Nectar of Ambrosie, Golden Apples of Hesperides dan Finest Fruit in the World.

1. Sejarah Singkat

Manggis merupakan tanaman buah berupa pohon yang berasal dari hutan tropis yang teduh di kawasan Asia Tenggara, yaitu hutan belantara Malaysia atau Indonesia. Dari Asia Tenggara, tanaman ini menyebar ke daerah Amerika Tengah dan daerah tropis lainnya seperti Srilanka, Malagasi, Karibia, Hawaii dan Australia Utara. Di Indonesia manggis disebut dengan berbagai macam nama lokal seperti manggu (Jawa Barat), Manggus (Lampung), Manggusto (Sulawesi Utara), Manggista (Sumatera Barat).


2. JENIS TANAMAN

Klasifikasi botani pohon manggis adalah sebagai berikut:

Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Keluarga : Guttiferae
Genus : Garcinia
Spesies : Garcinia mangostana L

Balai Penelitian Pohon Buah-buahan Solok merekomendasikan tiga klon manggis, yaitu:

  1. Kelompok besar: panjang daun>20 cm; lebar>10 cm; ketebalan kulit buah>9 mm; diameter buah>6,5 cm; berat buah>140 gram; buah tiap tandan 1 butir.
  2. Kelompok sedang: panjang daun 17-20 cm; lebar 8,5-10 cm; ketebalan kulit buah 6-9 mm; diameter buah 5,5-6,5 cm; berat buah 70-140 gram; buah tiap tandan 1-2 butir.
  3. Kelompok kecil: panjang daun<17 berat="" buah="" cm="" diameter="" gram="" ketebalan="" kulit="" lebar="" mm="" tandan="" tiap="">2 butir.
3. MANFAAT TANAMAN

Buah manggis dapat disajikan dalam bentuk segar, sebagai buah kaleng, dibuat sirop/sari buah. Secara tradisional buah manggis adalah obat sariawan, wasir dan luka. Kulit buah dimanfaatkan sebagai pewarna termasuk untuk tekstil dan air rebusannya dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Batang pohon dipakai sebagai bahan bangunan, kayu bakar/ kerajinan.

4. SENTRA PENANAMAN

Pusat penanaman pohon manggis adalah Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Jawa Barat (Jasinga, Ciamis, Wanayasa), Sumatera Barat, Sumatera Utara, Riau, Jawa Timur dan Sulawesi Utara.

5. SYARAT TUMBUH

5.1. Iklim

Dalam budidaya manggis, angin berperan dalam penyerbukan bunga untuk tumbuhnya buah. Angin yang baik tidak terlalu kencang.
Daerah yang cocok untuk budidaya manggis adalah daerah yang memiliki curah hujan tahunan 1.500–2.500 mm/tahun dan merata sepanjang tahun. Temperatur udara yang ideal berada pada kisaran 22-32°C.

5.2. Media Tanam

Tanah yang paling baik untuk budidaya manggis adalah tanah yang subur, gembur, mengandung bahan organik.
Derajat keasaman tanah (pH tanah) ideal untuk budidaya manggis adalah 5–7.
Untuk pertumbuhan tanaman manggis memerlukan daerah dengan drainase baik dan tidak tergenang serta air tanah berada pada kedalaman 50–200 m

5.3. Ketinggian Tempat

Pohon manggis dapat tumbuh di daerah dataran rendah sampai di ketinggian di bawah 1.000 m dpl. Pertumbuhan terbaik dicapai pada daerah dengan ketinggian di bawah 500-600 m dpl.

6. PEDOMAN BUDIDAYA

6.1. Pembibitan

Pohon manggis dapat diperbanyak dengan biji/bibit hasil penyambungan pucuk dan susuan. Pohon yang ditanam dari biji baru berbunga pada umur 10-15 tahun sedangkan yang ditanam dari bibit hasil sambungan dapat berbunga pada umur 5-7 tahun.

1) Persyaratan Benih
Perbanyakan dengan biji untuk batang bawah Biji yang akan dijadikan benih diambil dari buah tua yang berisi 5-6 segmen daging buah dengan 1-2 segmen yang berbiji, tidak rusak, beratnya minimal satu gram dan daya kecambah sedikitnya 75%. Buah diambil dari pohon yang berumur sedikitnya 10 tahun.
Untuk pembuatan bibit dengan cara sambungan diperlukan batang bawah dan pucuk (entres) yang sehat. Batang bawah adalah bibit dari biji berumur lebih dari dua tahun dengan diameter batang 0.5 cm dan kulitnya berwarna hijau kecoklatan.

2) Penyiapan Benih
Perbanyakan dengan biji untuk batang bawah Untuk menghilangkan daging buah, rendam buah dalam air bersih selama 1 minggu (dua hari sekali air diganti) sehingga lendir dan jamur terbuang. Biji akan mengelupas dengan sendirinya dan biji dicuci sampai bersih. Celupkan biji kedalam fungisida Benlate dengan konsentrasi 3 g/L selama 2-5 menit. Keringanginkan biji di tempat teduh selama beberapa hari sampai kadar airnya 12-14%.
Pucuk untuk sambungan berupa pucuk (satu buku) yang masih berdaun muda berasal dari pohon induk yang unggul dan sehat. Dua minggu sebelum penyambungan bagian bidang sayatan batang bawah dan pucuk diolesi zat pengatur tumbuh Adenin/Kinetin dengan konsentrasi 500 ppm untuk lebih memacu pertumbuhan.

3) Teknik Penyemaian Benih
Perbanyakan dengan biji dalam bedengan Bedengan dibuat dengan ukuran lebar 100-120 cm dengan jarak antar bedengan 60-100 cm. Tanah diolah kedalam 30 cm, kemudian campurkan pasir, tanah dan bahan organik halus (3:2:1) dengan merata. Persemaian diberi atap jerami/daun kelapa dengan ketinggian sisi Timur 150-175 cm dan sisi Barat 10-125 cm. Benih ditanam di dalam lubang tanam berukuran 10 x 10 cm dengan jarak tanam 3 x 3 cm dan jarak antar baris 5 cm pada kedalaman 0,5-1,0 cm. Tutup benih dengan tanah dan selanjutnya bedengan ditutup dengan karung goni basah atau jerami setebal 3 cm. Persemaian disiram 1-2 kali sehari, diberi pupuk urea dan SP-36 masing-masing 2 g/tanaman setiap bulan. Setelah berumur 1 tahun, bibit dipindahkan ke dalam polybag ukuran 20 x 30 cm berisi campuran tanah dan kompos/pupuk kandang (1:1). Bibit ini dipelihara sampai berumur 2 tahun dan siap ditanam dilapangan/dijadikan batang bawah pada penyambungan.
Penyemaian dan pembibitan di dalam polybag berukuran 20 x 30 cm. Satu/dua benih disemai di dalam polybag 20 x 30 cm yang dasarnya dilubangi kecil-kecil pada kedalaman 0.5-1.0 cm. Media tanam berupa campuran tanah halus, kompos/pupuk kandang halus dan pasir (1:1:1). Simpan polybag di bedengan yang sisinya dilingkari papan/bilah bambu agar polybag tidak roboh. Persemaian disiram 1-2 hari sekali dan diberi urea dan SP-36 sebanyak 2-3 g/tanaman setiap bulan. Bibit ini dipelihara sampai berumur 2 tahun dan siap ditanam di lapangan atau dijadikan batang bawah pada penyambungan.

Perbanyakan dengan penyambungan pucuk : Adapun cara penyambungan pucuk adalah sebagai berikut:

  • Potong bahan bawah setinggi 15-25 cm dari pangkal leher lalu buat celah di ujung batang sepanjang 3-5 cm.
  • Runcingkan pangkal batang atas sepanjang 3-5 cm.
  • Selipkan bagian runcing batang atas (pucuk) ke dalam celah batang bawah.
  • Balut bidang pertautan batang bawah dan atas dengan tali rafia. Pembalutan dimulai dari atas, lalu ikat ujung balutan dengan kuat.
  • Tutupi hasil sambungan dengan kantung plastik transparan dan simpan di tempat teduh. Setelah 2-3 minggu penutup dibuka dan bibit dibiarkan tumbuh selama 3-4 minggu. Balutan dapat dilepas setelah berumur 3 bulan yaitu pada saat bibit telah bertunas. Setelah berumur 6 bulan bibit siap dipindahtanamkan ke kebun.
  • Selama penyambungan siram bibit secara rutin dan siangi gulma.
Perbanyakan dengan penyambungan susuan Adapun cara penyambungan susuan adalah sebagai berikut:
  • Pilih pohon induk yang produktif sebagai batang atas.
  • Siapkan batang bawah di dalam polibag dan letakan di atas tempat yang lebih tinggi daripada pohon induk.
  • Pilih satu cabang (entres) dari pohon induk untuk bahan cabang atas. Diameter cabang lebih kecil atau sama dengan batang bawah.
  • Sayat batang bawah dengan kayunya kira-kira 1/3-1/2 diameter batang sepanjang 5-8 cm.
  • Sayat pula cabang entres dengan cara yang sama.
  • Satukan bidang sayatan kedua batang dan balut dengan tali rafia.
  • Biarkan bibit susuan selama 5 - 6 bulan.
  • Pelihara pohon induk dan batang bawah di dalam polibag dengan intensif.
  • Susuan berhasil jika tumbuh tunas muda pada pucuk batang atas (entres) dan ada pembengkakan (kalus) di tempat ikatan tali. Bibit susuan yang baru dipotong segera disimpan di tempat teduh dengan penyinaran 30% selama 3-6 bulan sampai tumbuh tunas baru. Pada saat ini bibit siap dipindahtanamkan.

6.2. Pengolahan Media Tanam

Persiapan : Penetapan areal untuk perkebunan mangga harus memperhatikan faktor kemudahan transportasi dan sumber air.
Pembukaan Lahan
Membongkar tanaman yang tidak diperlukan dan mematikan alang-alang serta menghilangkan rumput-rumput liar dan perdu dari areal tanam.
Membajak tanah untuk menghilangkan bongkahan tanah yang terlalu besar.
Pengaturan Jarak Tanam : Pada tanah yang kurang subur, jarak tanam dirapatkan sedangkan pada tanah subur, jarak tanam lebih renggang. Jarak tanam standar adalah 10 m dan diatur dengan cara:

  • segi tiga sama kaki.
  • diagonal.
  • bujur sangkar (segi empat).
Pemupukan : Bibit ditanam di musim hujan kecuali di daerah yang beririgasi sepanjang tahun. Sebelum tanam taburkan campuran 500 gram ZA, 250 gram SP-36 dan 200 gram KCl ke dalam lubang tanam dan tutup dengan tanah.

6.3. Teknik Penanaman

1) Pembuatan Lubang Tanam
Buat lubang tanam ukuran 50 x 50 cm sedalam 25 cm dan tempatkan tanah galian tanah di satu sisi. Perdalam lubang tanam sampai 50 cm dan tempatkan tanah galian di sisi lain. Keringanginkan lubang tanam 15-30 hari sebelum tanam. Kemudian masukkan tanah bagian dalam (galian ke dua) dan masukkan kembali lapisan tanah atas yang telah dicampur 20-30 kg pupuk kandang. Jarak antar lubang 8 x 10 m atau 10 x 10 m dihitung dari titik tengah lubang. Untuk lahan berlereng perlu dibuat teras, tanggul dan saluran drainase untuk mencegah erosi.

2) Cara Penanaman
Dengan jarak tanam 10x 10 m atau 8 x 10 m diperlukan 100-125 bibit per hektar. Cara menanam bibit yang benar adalah sebagai berikut:

  • Siram bibit di dalam polybag dengan air sampai polibag dapat dilepaskan dengan mudah.
  • Buang sebagian akar yang terlalu panjang dengan pisau/gunting tajam.
  • Masukkan bibit ke tengah-tengah lubang tanam, timbun dengan tanah sampai batas akar dan padatkan tanah perlahan-lahan.
  • Siram sampai tanah cukup lembab.
  • Beri naungan yang terbuat dari tiang-tiang bambu beratap jerami. Jika sudah ada pepohonan di sekitarnya, pohon-pohon ini bisa berfungsi sebagai pelindung alami. Pohon pelindung harus bersifat alami dan mengubah iklim mikro, misalnya tanaman Albisia dan Lamtoro.

6.4. Pemeliharaan Tanaman

1) Penyiangan
Lakukan penyiangan secara kontinyu dan sebaiknya dilakukan bersamaan dengan pemupukan dan penggemburanyaitu dua kali dalam setahun.

2) Perempalan/Pemangkasan
Ranting-ranting yang tumbuh kembar dan sudah tidak berbuah perlu dipangkas untuk mencegah serangan hama dan penyakit. Gunakan gunting pangkas yang bersih dan tajam untuk menghindari infeksi dan lapisi bekas pangkasan dengan ter.

3) Pemupukan
Jenis dan dosis pemupukan anjuran adalah:

  • Pohon berumur 6 bulan dipupuk campuran urea, SP-36 dan KCl (3:2:1) sebanyak 200-250 gram/pohon.
  • Pohon berumur 1-3 tahun dipupuk campuran 400-500 gram Urea, 650-700 gram SP-36 dan 900-1000 gram KCl (3:1:2) yang diberikan dalam dua sampai tiga kali.
  • Pohon berumur 4 tahun dan seterusnya dipupuk campuran urea, SP-36 dan KCl (1:4:3) sebanyak 3-6 kg.pohon ditambah 40 kg/pohon pupuk kandang. Pupuk ditaburkan di dalam larikan/di dalam lubang-lubang di sekeliling batang dengan diameter sejauh ukuran tajuk pohon. Dalam larikan dan lubang sekitar 10-20 cm sedangkan jarak antar lubang sekitar 100-150 cm.

4) Pengairan dan Penyiraman
Tanaman yang berumur di bawah lima tahun memerlukan ketersediaan air yang cukup dan terus menerus sehingga harus disiram satu sampai dua hari sekali. Sedangkan pada pohon manggis yang berumur lebih dari lima tahun, frekuensi penyiraman berangsur-angsur dapat dikurangi. Penyiraman dilakukan pagi hari dengan cara menggenangi saluran irigasi atau disiram.

5) Pemberian Mulsa
Mulsa jerami dihamparkan setebal 3-5 cm menutupi tanah di sekeliling batang yang masih kecil untuk menekan gulma, menjaga kelembaban dan aerasi dan mengurangi penguapan air.

7. HAMA DAN PENYAKIT

7.1. Hama
Ulat bulu
Hama ini melubangi daun.
Pengendalian: (1) menjaga sanitasi lingkungan dan pemeliharaan tanaman yang baik; (2) penyemprotan insektisida Bayrusil 250 EC/Cymbush 50 EC dengan konsentrasi 0.1-0.2 %.

7.2. Penyakit
Bercak daun
Penyebab: jamur Pestalotia sp., Gloesporium sp. dan Helminthosporium sp.
Gejala: bercak pada daun yang tidak beraturan berwarna abu-abu pada pusatnya (Pestalotia sp.), coklat (Helminthosporium sp.) dan hitam pada sisi atas dan bawah daun (Gloesporium sp.).
Pengendalian: mengurangi kelembaban yang berasal dari tanaman pelindung, memotong bagian yang terserang dan menyemprotkan fungisida Bayfidan 250 EC/Baycolar 300 EC dengan konsentrasi 0.1-0.2 %.

Jamur upas
Penyebab: Corticium salmonicolor Berk.et Br.
Gejala: cabang/ranting mati karena jaringan kulit mengering.
Pengendalian: memotong cabang/ranting, mengerok kulit dan kayu yang terserang parah dan mengolesi bagian yang dipotong dengan cat, atau disemprot dengan Derosal 60 WP 0.1-0.2 %.

Hawar benang
Penyebab: jamur Marasmius scandens Mass Dennis et Reid.
Gejala: miselium jamur tumbuh pada permukaan cabang dan ranting membentuk benang putih yang dapat meluas sampai menutupi permukaan bawah daun.
Pengendalian: menjaga kebersihan dan memangkas daun yang terserang.

Kanker batang
Penyebab: jamur Botryophaerisa ribis.
Gejala: warna kulit batang dan cabang berubah dan mengeluarkan getah.
Pengendalian: perbaikan drainase, menjaga kebersihan kebun, pemotongan tanaman yang sakit;
penyemprotan fungisida Benlate untuk kanker batang, Cobox atau Cupravit bagi penyakit lainnya.

Hawar rambut
Penyebab: jamur Marasmius equicrinis Mull.
Gejala: permukaan tanaman manggis ditutupi bentuk serupa benang berwarna coklat tua kehitaman mirip ekor kuda.
Pengendalian: sama dengan kanker batang.

Busuk buah
Penyebab: jamur Botryodiplodia theobromae Penz.
Gejala: diawali dengan dengan membusuknya pangkal buah dan meluas ke seluruh bagian buah sehingga kulit buah menjadi suram.
Pengendalian: sama dengan kanker batang.

Busuk akar
Penyebab: jamur Fomes noxious Corner.
Gejala: akar busuk dan berwarna coklat.
Pengendalian: sama dengan kanker batang

8. PANEN

8.1. Ciri dan Umur Panen

Tingkat kematangan sangat berpengaruh terhadap mutu dan daya simpan manggis. Buah dipanen setelah berumur 104 hari sejak bunga mekar (SBM). Umur panen dan ciri fisik manggis siap panen dapat dilihat berikut ini :

  • Panen 104 hari: warna kulit hijau bintik ungu; berat 80-130 gram; diameter 55-60 mm.
  • Panen 106 hari: warna kulit ungu merah 10-25%; berat 80-130 gram; diameter 55- 60 mm.
  • Panen 108 hari: warna kulit ungu merah 25-50%; berat 80-130 gram; diameter 55- 60 mm.
  • Panen 110 hari: warna kulit ungu merah 50-75%; berat 80-130 gram; diameter 55- 60 mm.
  • Panen 114 hari: warna kulit ungu merah; berat 80-130 gram; diameter 55-65 mm.
  • Untuk konsumsi lokal, buah dipetik pada umur 114 SBM sedangkan untuk ekspor pada umur 104-108 SBM.
  • 8.2. Cara Panen

    Pemanenan dilakukan dengan cara memetik/memotong pangkal tangkai buah dengan alat bantu pisau tajam. Untuk mencapai buah di tempat yang tinggi dapat digunakan tangga bertingkat dari kayu/galah yang dilengkapi pisau dan keranjang di ujungnya. Pemanjatan seringkali diperlukan karena manggis adalah pohon hutan yang umurnya dapat lebih dari 25 tahun.

    8.3. Periode Panen

    Pohon manggis di Indonesia dipanen pada bulan November sampai Maret tahun berikutnya.

    8.4. Perkiraan Produksi

    Produksi panen pertama hanya 5-10 buah/pohon, kedua rata-rata 30 buah/pohon selanjutnya 600-1.000 buah/pohon sesuai dengan umur pohon. Pada puncak produksi, tanaman yang dipelihara intensif dapat menghasilkan 3.000 buah/pohon dengan rata-rata 2.000 buah/pohon. Produksi satu hektar (100 tanaman) dapat mencapai 200.000 butir atau sekitar 20 ton buah

    9. PASCAPANEN

    Pengumpulan : Buah dikumpulkan di dalam wadah dan ditempatkan di lokasi yang teduh dan nyaman.
    Penyortiran dan Penggolongan : Tempatkan buah yang baik dengan yang rusak dan yang busuk dalam wadah yang berbeda. Lakukan penyortiran berdasarkan ukuran buah hasil pengelompokan dari Balai Penelitian Pohon Buah-buahan Solok yaitu besar, sedang dan kecil.
    Penyimpanan : Pada ruangan dengan temperatur 4-6 derajat C buah dapat tetap segar selama 40 hari sedangkan pada 9-12 derajat C tahan sampai 33 hari.

    10. STANDAR PRODUKSI

    10.1. Ruang Lingkup

    Standar ini meliputi diskripsi,klasifikasi dan standar mutu, cara pengambilan contoh, cara uji, syarat penandaan, cara pengemasan.

    10.2. Diskripsi

    Standar mutu buah manggis tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI 01–3211-1992.

    10.3. Klasifikasi dan Standar Mutu

    Terdiri dari 3 jenis mutu, yaitu mutu super, mutu I, mutu II.
    Keseragaman: mutu super=seragam; mutu I=seragam; mutu II=seragam.
    Diameter: mutu super>65 mm; mutu I=55–56 mm; mutu II<55 br="" mm.=""> Tingkat keseragaman: mutu super=segar; mutu I=segar; mutu=II segar.
    Warna kulit: mutu super hijau; mutu I=kemerahan s/d merah; mutu II=muda mengkilat
    Buah cacat atau busuk (jumlah/jumlah): mutu super=0%; mutu I=0%; mutu II=0%
    Tangkai dan atau kelopak: mutu super utuh, mutu I utuh, mutu II utuh
    kadar kotoran (b/b): mutu super=0%; mutu I=0%; mutu II=0%
    Serangga hidup dan atau mati :mutu super=tidak ada; mutu I=tidak ada; mutu=II tidak ada.
    Warna daging buah: mutu super=putih bersih; mutu I=khas manggis putih; mutu II=bersih khas manggis

    Untuk pengklasifikasian dilakukan pengujian diantaranya adalah:
    a) Penentuan ukur diameter
    Ukur setiap panjang garis tengah yang tegak lurus pada tinggi buah manggis segar dari seluruh contoh uji dengan menggunakan alat pengukur diameter yang sesuai. Pisahkan sesuai dengan ketentuan penggolongan yang dinyatakan dalam standar yaitu>65 mm; 55–65 mm; <55 br="" mm.=""> b) Penentuan buah cacat dan atau busuk pada buah manggis segar.
    Hitung jumlah seluruh contoh uji buah segar, amati satu persatu dari buah yang bersangkutan dari secara visual dan organoleptik serta pisahkan buah yang cacat/busuk sesuai dengan jenis cacat dan batasan busuk sebagai berikut:

    Buah cacat cuaca dan mekanis yang rusak memar, luka pada kulit dan daging buah akibat tekanan, benturan dan getaran.
    Buah cacat fisiologis yaitu buah yang tingkat kematangannya sudah berlanjut.
    Buah cacat fisiologis yaitu buah yang tingkat kematangannya sudah berlanjut
    Buah cacat karena hama dan penyakit yaitu buah yang sudah tercemar oleh serangga dan pathogen perusak.
    Buah dinyatakan busuk apabila daging/kulit buah telah terlihat pembusukan yang dapat diidentifikasikan secara visual.

    c) Penentuan kadar kotoran Timbang seluruh contoh uji buah manggis segar, amati secara visual adanya kotoran yaitu semua bahan bukan buah manggis segar seperti tanah, bahan tanaman yang nampak menempel pada buah manggis segar/berada pada kemasan yang tampak secara visual. Pisahkan kotoran yang terdapat pada buah manggis segar dan kemasan, seperti tanah, potongan daun/benda lain yang termasuk kotoran yang menempel pada buah manggis segar dan timbanglah.

    d) Penentuan kesegaran
    Hitung jumlah seluruh contoh uji buah manggis segar, amati satu persatu buah segar secara visual dan pisahkan buah yang dinyatakan tidak segar yaitu dengan memperhatikan kondisi kulit buah. Hitung jumlah satuan buah yang dinilai kurang segar dan hitung pula presentase jumlah satuan buah yang dinilai kurang segar terhadap jumlah seluruh contoh uji.

    e) Penentuan adanya serangga hidup atau mati
    Amati secara visual adanya serangga hidup dan mati pada buah dan kemasan.

    10.4. Pengambilan Contoh
    Suatu partai/lot buah manggis segar terdiri dari maksimum 1.000 kemasan. Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan seperti pada data dibawah ini :

    • Jumlah kemasan dalam partai/lot 1–5: contoh yang diambil 5.
    • Jumlah kemasan dalam partai/lot 6–100: contoh yang diambil 7.
    • Jumlah kemasan dalam partai/lot 101–300: contoh yang diambil 9.
    • Jumlah kemasan dalam partai/lot 301–500: contoh yang diambil 10.
    • Jumlah kemasan dalam partai/lot 501–1000 : contoh yang diambil semua.
    • Dari setiap kemasan yang dipilih secara acak diambil sekurang-kurangnya 3 kg kemudian dicampur. Untuk kemasan dengan berat kurang dari 3 bungkus harus diambil contoh sekurang-kurangnya dari dua kemasan. Dari jumlah buah yang terkumpul kemudian secara acak contoh sekurang-kurangnya 3 kg untuk diuji. Petugas pengambil contoh harus yang memenuhi persyarat, yaitu orang yang telah berpengalaman/telah dilatih terlebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum.

    10.5. Pengemasan
    Buah manggis segar dikemas dengan kotak karton baru/keranjang plastik yang kokoh, baik, bersih dan kering, berventilasi, dengan berat bersih setiap kemasan sebesar 2 kg untuk kemasan karton dan 10 kg untuk kemasan keranjang plastik. Dan juga digunakan kemasan yang berat berdasarkan kesepakatan antara penjual dan pembeli.

Kamis, 01 April 2021

Budidaya Cabe

Posted by Studi on April 01, 2021 with No comments

Cabe adalah komoditi pertanian yang harganya sangat fluktuatif sehingga ketepatan waktu panen sangat penting yaitu pada harga jual di pasar sedang melambung tinggi, jika harga sedang anjlok dapat merugi.

Cabe yang populer di Indonesia terdiri dari:

  1. Cabe merah besar
  2. Cabe merah keriting
  3. Cabe hijau besar
  4. Cabe hijau keriting
  5. Cabe rawit hijau
  6. Cabe rawit merah
  7. Cabe gendot
  8. Cabe kering
  9. Cabe bubuk
  10. Pasta cabai
  11. Chili flake
  12. Abon Cabai

Budidaya Cabe

Bagi Anda yang tertarik membudidayakan tanaman pedas satu ini, berikut adalah panduan yang harus Anda ketahui:

  • Sinar matahari yang cukup. Cabe setidaknya membutuhkan sinar matahari sehari penuh sekitar 7 sampai 8 jam.
  • Suhu disarankan berkisar antara 24o sampai 28o Celcius. Jika dibawah 15o Celcius dan di atas 32o Celcius maka tidak cocok untuk budidaya cabe.
  • Tersedia air yang optimal terutama saat cuaca panas agar tidak layu.
  • Curah hujan antara 800 sampai 2000 mm pertahun dengan kelembaban 80 persen
  • Ketinggi ideal antara 0 sampai 500 mdpl sedangkan di atas 1000 mdpl hasilnya kurang memuaskan.
  • Tanah dengan pH netral yaitu pH antara 6,5 sampai 7 adalah terbaik. Jika tanah bersifat asam bisa menaburkan kapur pertanian atau dolomit di atas tanah yang akan ditanami.
  • Lahan tanah yang sudah digunakan untuk budidaya cabe sebaiknya tidak digunakan atau “diistirahat” selama kurang lebih 6 bulan. (rotasi tanaman

Pilihan Metode Menanam Cabe

  1. Metode Polybag merupakan metode budidaya tanaman yang banyak dipilih oleh mereka yang tinggal di perkotaan. Ketersediaan lahan tanam yang cenderung sempit membuat orang memilih budidaya tanaman menggunakan pot atau polybag. Cara menanam cabe menggunakan polybag sebenarnya secara umum hampir sama dengan budidaya tanaman cabe di lahan perkebunan. Menanam menggunakan polybag termasuk mudah dan tidak butuh panyak perawatan dibanding menanam di perkebunan.
    • Memilih benih Anda bisa memilih benih yang tersedia secara lokal maupun berjenis hibrida. Perbedaan kedua jenis bibit ini umumnya adalah cabe lokal lebih unggul dari segi kemampuan adaptasinya dengan lingkungan. Selain itu, perawatannya juga umumnya tidak membutuhkan produk obat tertentu.
    • Penyemaian Sebaiknya bibit cabe disemaikan terlebih dahulu pada media khusus seperti polybag ukuran kecil, baki, maupun langsung menggunakan peletakan tanah. Fungsi persemaian untuk memisahkan bibit yang memiliki cacat dengan bibit yang berpotensi tumbuh baik.
    • Tanam di Polybag Gunakan polybag harus menggunakan polybag berukuran lebih dari 30 cm. Hal ini agar media tanam cukup kuat untuk menopang pertumbuhan. Selain polybag dapat dipakai ember atau baskom bekas.
    Sebaiknya campurkan media tanam tidak hanya menggunakan tanah, namun juga dikombinasikan dengan sekam padi, pupuk kandang, kompos maupun arang sekam. Umumnya orang mencampurkan tanah dengan kompos menggunakan komposisi 2:1.
  2. Metode Hidroponik Teknik hidroponik perlu menyiapkan tempat atau wadah hidroponik serta media tanamnya. Media tanam yang umumnya digunakan adalah cocopeat dengan campuran arang sekam. Sementara tempat budidaya hidroponik umumnya menggunakan botol minuman bekas maupun potongan pipa. Karena hidroponik akan menggunakan rendaman nutrisi di bagian bawah, sebaiknya pasang sumbu yang bertujuan untuk menyerap cairan nutrisi. Sumbu yang dapat digunakan adalah kain flannel karena lebih cepat menyerap cairan nutrisi. Hal yang harus diperhatikan ketika membudidayakan cabai dengan cara hidroponik adalah dari segi perawatan. Ketika menanam cabe, pastikan bahwa usia bibit cabai telah mencapai 25 sampai 30 hari.
  3. Metode Aquaponik Memanfaatkan aliran air yang berasal dari kolam ikan maupun akuarium yang dilairkan untuk membasahi media tanam. Anda bisa memanfaatkan media penanaman berupa netpot gelas plastik bekas yang telah dilubangi di bagian bawahnya. Untuk media tanam Anda bisa menggunakan pecahan genting rumah yang telah dipecah menjadi potongan kecil.

Menyemai Cabe

1. Siapkan Polybag / atau tempat penyemaian.
2. Masukkan tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 3:1.
3 Letakkan pada tempat yang terlindung dari hujan dan sinar matahari selama 1 minggu.
4. Rendam bibit dalam air hangat selama 3 jam.
5. Kemudian letakkan benih ke dalam polybag. Tutup benih dengan tanah dekang kedalaman kira-kira 1 cm.
6. Tunggu hingga benih berkecambah.
7. Jika benih telah berkecambah, baru tanaman boleh terkena sinar matahai.

Pengolahan Tanah

Untuk Anda yang menanam di atas tanah secara langsung, gunakan lahan dengan tanah yang memiliki porositas yang baik serta tanah yang gembur. Cara menanam cabe di atas tanah langsung diawali dengan menyiapkan tanah agar dapat ditanami cabe. Untuk melakukannya cukup cangkul atau bajak tanah hingga kedalaman 20 sampai 40 cm. Singkirkan batu ataupun akar tanaman serta gulma di sekitar lahan.
Bangun bedengan dengan menggunakan cangkul setinggi 30 sampai 40 cm. Kemudian buat bedengan dengan jarak antara bedengan selebar 60 cm. Panjang bedengan dapat Anda atur sesuai kebutuhan.
Bila memiliki lahan yang besar serta ingin membudidayakan banyak tanaman cabe, Anda bisa memaksimalkan panjang bedengan. Maksimal bedengan adalah sepanjang 15 meter.
Kemudian bangun saluran drainase yang baik supaya tanaman tidak tergenang air. Tanaman cabe yang tergenang air akan mudah membusuk.
Agar tanah lebih subur, sebaiknya campurkan tanah dengan pupuk kandang di setiap bedengan secara merata. Selain pupuk kandang, Anda juga bisa menambahkan tanah dengan pupuk urea sebanyak 350 kg/ha dan KCL sebanyak 200 kg/ha.

Penanaman

Cara menanam cabe yang harus dilakukan setelah dilakukan penyemaian adalah dengan menggunakan bibit yang telah disemai selama kurang lebih 25 sampai 30 hari. Waktu penanaman yang tepat sebaiknya saat sore hari. Hal ini agar tanaman tidak mudah layu apabila ditanam di pagi hari karena akan langsung terkena sinar matahari.
Agar mendatangkan hasil lebih optimal, tahap cara menanam cabe hari ini banyak yang mengaplikasikan mulsa plastik perak hitam di atas bedengan. Tujuan mulsa untuk mengendalikan gulma dan menjaga kelembaban
Dalam setiap bedengan, buat lubang tanam sebanyak dua baris. Buat jarak antara lubang sejauh 60 sampai 70 cm. Lubang tanam sebaiknya dibuat tidak sejajar atau zig-zag.

Panen

Panen cabe akan bergantung dengan varietas yang ditanam. Pada cabe merah, buah sudah bisa dipanen sejak berusia 75 sampai 85 hari. Saat memanen, Anda bisa melakukannya dua sampai lima hari sekali. Sebaiknya, buah cabe dipetik hingga ke tangkai agar usia penyimpanan cabe semakin lama.

Semoga dapat menamam cabe dengan hasil yang baik.